GERAKAN BERSAMA “EDUKASI PEMAKAIAN DAN PEMBAGIAN MASKER DI NEGERI SERUMPUN SEBALAI”

30 September 2020 News

Pada awal tahun 2020, Covid 19 menjadi masalah kesehatan dunia. Kasus ini diawali dengan informasi WHO pada tanggal 31 Desember 2019  yang menyebutkan adanya kasus kluster pneumonia dengan etiologi yang tidak jelas di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kasus ini terus berkembang hingga adanya laporan kematian dan terjadi importasi di luar China. Pada tanggal 30 Januari 2020, WHO menetapkan Covid 19 sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)/Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia (KKMMD). 12 Februari 2020, WHO resmi menetapkan penyakit novel coronavirus pada manusia ini dengan sebutan Coronavirus Disease (Covid 19). Pada tanggal 2 Maret 2020 Indonesia telah melaporkan 2 kasus konfirmasi Covid 19. Selanjutnya, 11 Maret 2020 WHO  menetapkan Covid 19 sebagai pandemi.

Pandemi Covid 19 di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Jumlah pasien positif Covid 19 pada masyarakat belum menunjukkan penurunan, justru menunjukkan trend peningkatan.  Adaptasi kebiasaan/tatanan kehidupan baru yang diberlakukan pemerintah tampaknya belum berdampak signifikan bagi penurunan angka mortalitas dan morbiditas penyakit yang disebabkan oleh virus Corona jenis SARS-Cov-2. Penularan Covid 19 umumnya melalui droplet atau cairan tubuh yang keluar dari hidung atau mulut seseorang yang telah terinfeksi pada saat batuk ataupun bersin.  Droplet tersebut terhirup atau menempel pada suatu benda atau permukaan atau tangan. Semakin meningkatnya jumlah penderita Covid 19 dari hari ke hari membuat upaya pencegahan Covid 19  terus berkembang disesuaikan dengan kondisi yang ada. Awal merebaknya Covid 19, pemakaian masker hanya diperuntukan bagi tenaga kesehatan dan orang sakit atau dalam proses penyembuhan. Namun, saat ini pemakaian masker diwajibkan bagi semua orang.

Memakai masker sangat penting sebagai upaya mencegah terjadinya penularan Covid 19, terutama ketika berada di kerumunan atau berdekatan seperti di pasar, stasiun, transportasi umum dan tempat-tempat umum lainnya. Masker dapat menghalau percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas, ataupun batuk dan bersin sehingga dapat mengurangi penyebaran virus tersebut.

Berdasarkan hal tersebut, Kementerian Kesehatan RI  bekerjasama dengan seluruh Poltekkes Kemenkes di Indonesia membagikan 1 juta masker untuk seluruh masyarakat Indonesia.  Tujuan pembagian masker  untuk lebih memasyarakatkan budaya penggunaan masker baik dalam kondisi sakit maupun sehat, terutama ketika berada di luar rumah dan berinteraksi dengan orang lain. Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang turut berpartisipasi dalam bentuk  “Gerakan Bersama Edukasi Pemakaian dan Pembagian Masker di Negeri Serumpun Sebalai”

Sasaran pembagian masker di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah wilayah Kota Pangkapinang, Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung terdiri dari masyarakat pada 4 desa/kelurahan,  4 Pesantren dan 12 mesjid. Pelaksana pembagian masker adalah pegawai Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang baik dosen maupun tenaga kependidikan di bawah koordinasi Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang serta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Provinsi Bangka Belitung.

   

Masker yang dibagikan kepada masyarakat berasal dari Kementerian Kesehatan RI sebanyak 23.000 masker yang dikirim  melalui KKP Provinsi Bangka Belitung.  Kegiatan Pembagian masker dilakukan beberapa tahap yaitu tanggal 27 Agustus, 2, 3 dan 4 September 2020. Pegawai yang ditugaskan serempak melakukan distribusi masker sesuai dengan pembagian wilayah yang diatur oleh Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Selain membagikan masker, petugas  juga melakukan edukasi tentang pentingnya pemakaian masker dan protokol kesehatan dalam mencegah penularan covid 19.  Edukasi tersebut dilakukan pada masyarakat di desa/kelurahan, para santri dan ustadz/ustadzah di  Pesantren.

Sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan pembagian masker dilakukan tersebar pada 1 Kota dan 4 kabupaten sebagai berikut :

  • Kota Pangkalpinang

           Lokasi pembagian masker di  Pangkalpinang adalah masyarakat kelurahan Tuatunu,  Pesantren Hidayatussalikin dan 11 mesjid di wilayah Pangkalpinang.

  • Kabupaten Bangka Tengah

           Lokasi pembagian masker di Kabupaten Bangka Tengah yaitu masyarakat desa Tanjung Gunung, masyarakat Desa Padang Baru, Pesantren Al Abror di Kace, Pesantren Nurul Falah di Mesu dan Mesjid Al Ashri di Sampur.

  • Kabupaten Bangka

           Lokasi disribusi masker di wilayah Kabupaten Bangka yaitu Pesantren Islamic Center Sungailiat dan masyarakat Desa Air Ruay di Sungailiat

  • Kabupaten Belitung

           Lokasi  pembagian Masker di Pulau Belitung adalah di sekitar wilayah    Tanjung Pandan terdiri dari wilayah Tanjung Pandan, Bundaran Satam, Simpang Rahat, Gedung Nasional, Simpang Kampung Ujung, Simpang Dinas Kesehatan dan Pasar Baro.

           Masyarakat tampak sangat senang dengan pembagian masker ini, begitupun  para santri di seluruh Pesantren yang dikunjungi sangat antusias mendengarkan edukasi tentang pentingnya pemakaian masker. Tentunya kita semua berharap masyarakat terbiasa menggunakan masker  sehingga dapat memutus penularan mata rantai covid 19 khususnya di Negeri Serumpun Sebalai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Semoga pandemi Covid 19 cepat berlalu dari bumi Indonesia.

   

  • Upcoming Events

  • Statistics

© 2018 POLTEKKES KEMENKES PANGKALPINANG.