Promosi Kampus Sehat

24 December 2020 News

Program Kampus Sehat merupakan arahan dari Kementerian Kesehatan RI yang diharapkan dapat menggerakan sektor pendidikan untuk berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia sehat dengan terlibat langsung dalam upaya-upaya promotif, dan preventif,di lingkungan internal perguruan tinggi.

Melihat manfaat dari dikembangkannya konsep Healthy University, Kementerian Kesehatan membuat terobosan untuk optimalisasi pencegahan dan pengendalian penyakit pada kelompok usia produktif di lingkungan perguruan tinggi yang disebut dengan Program Kampus Sehat. Program kampus sehat merupakan upaya yang sistematis dan menyeluruh dalam mewujudkan Perguruan Tinggi (PT) sebagai suatu lembaga yang mengintegrasikan kesehatan dalam budaya perguruan tinggi yang tercermin melalui kegiatan operasional sehari-hari, administrasi pengelolaan dan mandat akademis. Program ini merupakan sinergitas upaya promotif dan preventif hidup sehat sebagai perwujudan GERMAS melalui “edukasi gaya hidup sehat, deteksi dini, dan intervensi yang terintegrasi dengan pengaturan lingkungan yang sehat” sehingga diharapkan prevalensi penyakit dan faktor risikonya di lingkungan kampus dapat di turunkan.

Program Kampus Sehat merupakan gerakan untuk hidup sehat diperguruan tinggi melalui sebuah pendekatan kesehatan secara menyeluruh untuk menciptakan lingkungan belajar dan budaya organisasi yang mendorong kesehatan, kesejahteraan komunitas, serta memberdayakan individu untuk mencapai potensi dirinya. Program Kampus Sehat atau kampus berbasis promosi kesehatan mulai dikembangkan pada tahun 2019 oleh Kementerian Kesehatan dan beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia.

Kampus sebagai lingkungan pendidikan generasi muda dan tempat berkumpulnya kelompok usia produktif memiliki potensi untuk menjadi agent of change dan berkontribusi dengan berbagai inovasi dalam upaya promosi kesehatan dan pencegahan berbagai penyakit baik penyakit tidak menular maupun penyakit menular. Implementasi kampus sehat juga diperlukan untuk pencegahan penyakit menular seperti COVID-19, kebiasaan hidup sehat dapat melindungi individu dari terjangkitnya COVID-19.

Indikator yang menjadi point penilaian dalam program kampus sehat antara lain meliputi:

  • Lingkungan yang bersih, sehat dan aman (mis: terdapat pengelolaan sampah dan limbah yang baik, tersedia sarana dan prasarana yang memenuhi standar keamanan, kesehatan dan ramah disabiltas, terdapat kantin sehat yang menyajikan menu sehat yang bervariasi.
  • Terbentuknya kawasan “Zero Tolerance” yaitu kawasan tanpa rokok, alkohol, dan napza, serta kawasan bebas kekerasan.
  • Adanya upaya deteksi dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan jiwa yang dilakukan secara rutin dan berkala yang disertai dengan tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan (mis: orang yang sudah memiliki faktor risiko penyakit dirujuk ke poliklinik kampus untuk mendapatkan penatalaksanaan yang sesuai). Deteksi dini ini dilakukan dengan membentuk posbindu di setiap fakultas. Kegiatan deteksi dini minimal meliputi:  deteksi obesitas (pengukuran Indeks Massa Tubuh dan lingkar perut), pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan gula darah.
  • Selalu menggiatkan promosi kesehatan baik secara langsung dalam acara-acara kemahasiswaan dan pengabdian masyarakat maupun melalui media KIE.
  • Menggiatkan aktivitas fisik melalui penjadwalan senam atau olahraga lain secara rutin, mendukung agar ada peregangan diantara jam perkuliahan dan upaya lainnya yang bisa dikembangkan oleh perguruan tinggi sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.

Perguruan tinggi sebagai wadah pendidikan generasi muda dan juga tempat berkumpulnya kelompok usia produktif yang potensial membentu agent of change bagi sektor kesehatan dipandang memiliki potensi dan nilai tambah untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Berdasarkan hal ini WHO, pada tahun 1998 memperkenalkan konsep Health Promoting University yang merupakan salah satu upaya promosi kesehatan berbasis lingkungan yang menerapkan pendekatan sosio-ekologis. Konsep ini kemudian direspon oleh berbagai negara dengan pembentukan jejaring perguruan tinggi untuk mendukung pencapaian upaya tersebut, antara lain ASEAN University Network (AUN) yang beranggotakan 50 perguruan tinggi di 10 negara anggota ASEAN.

Menurut data Kemenristekdikti tahun 2018, jumlah Perguruan Tinggi di Indonesia mencapai 4.670 lembaga terdiri dari: 581 universitas, 214 institut, 2.525 sekolah tinggi, 1.054 akademik, 19 akademi komunitas, dan 277 politeknik dengan pembagian 122 lembaga negeri dan 3.171 lembaga swasta. Mengingat pentingnya peranan Kampus Sehat khususnya dalam masa pandemic Covid-19 ini, melalui momentum Hari Kesehatan Nasional ke-56 Tahun 2020 yang mengambil tema “Satukan Tekad Mewujudkan Indonesia Sehat”, Politeknik Kesehatan Kemenkes Pangkalpinang akan mengadakan promosi Kampus Sehat dengan tema ‘Peran Perguruan Tinggi dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Indonesia.

Acara dibuka oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang drg. Harindra, MKM secara daring. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi kegiatan promosi kampus sehat ini untuk bersama-sama menyatukan tekad Perguruan Tinggi di Bangka Belitung dalam mewujudkan Kampus Sehat. Adapun tujuan dari kegiatan promosi kampus sehat ini yaitu diperolehnya informasi terkait praktik baik dari penerapan Kampus Sehat di Perguruan Tinggi serta terselenggaranya pencanangan Kampus Sehat. Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari beberapa Perguruan tinggi di pulau Bangka diantaranya Universitas Bangka Belitung, STIE dan STIH Pertiba, Akademi Keperawatan Pangkalpinang, STMIK Atma Luhur, Stikes Citra Delima, Stikes Abdi Nusa, Lintas Program dan Lintas Sektor serta Organisasi Kemasyarakatan. Kegiatan promosi Kampus Sehat akan dilaksanakan secara langsung dengan metode ceramah dan Tanya jawab yang dilaksanakan pada hari Rabu, 23 Desember 2020 pukul  08.00 s.d 17.00 WIB bertempat di Hotel Novotel Pangkalpinang. Adapun pembicara pada Kegiatan promosi Kampus Sehat diantaranya yaitu:

  1. Rektor Universitas Bangka Belitung a.n Dr. Ibrahim, M.Si dengan topik “Menuju Kampus Sehat”
  2. Ketua Satgas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung a.n Erni Chaerani, MKM dengan topik “Peran Satgas Bencana dalam Implementasi Kampus Sehat”
  3. Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Yogyakarta a.n Dr. Iswanto, S.Pd., M.Kes dengan topik “Peluan dan Tantangan Implementasi Kampus Sehat”
  4. Kepala Dinas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung a.n drg. Mulyono, M.H.S.M dengan topik “Peran Strategis dan Kebijakan dalam Mewujudkan Promosi Kampus Sehat dan Pengendalian Covid-19”
  5. Kepala BNPB Prov. Bangka Bleitung a.n Hardiansyah dengan topik “Peran BNPB dalam Mewujudkan Pengendalian Covid-19 di Babel”
  6. Ketua Tim PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung a.n Catharina Kristiatmini

Kegiatan promosi Kampus Sehat diselenggarakan dengan harapan dapat menggerakkan sektor pendidikan di Bangka Belitung untuk berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia sehat dengan terlibat langsung dalam upaya-upaya promotif dan preventif di lingkungan perguruan tinggi. Melalui Kegiatan promosi Kampus Sehat, Perguruan Tinggi dapat mengeluarkan kebijakan yang berpihak pada kesehatan sehingga tercipta masyarakat kampus yang sehat, bugar dan produktif.

© 2018 POLTEKKES KEMENKES PANGKALPINANG.