POLTEKKES KEMENKES PANGKALPINANG BERPARTISIPASI PADA EDU HEALTH FAIR 2019

05 August 2019 News

Edu Health Fair adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengenalkan Poltekkes Kemenkes kepada masyarakat umum bahwasanya Poltekkes Kemenkes adalah perguruan tinggi kesehatan negeri terbesar, terlengkap, dan terafiliasi dengan Kementerian Kesehatan RI.

Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan selaku penanggungjawab Edu Health, menggelar Edu Health Fair Poltekkes pada 2 s.d 3 Agustus 2019 di Balai Kartini, Jakarta. Acara ini digelar untuk mengenalkan kepada masyarakat atas prestasi Poltekkes di bidang kesehatan. Edu Health Fair diselenggarakan tahunan ini menghadirkan total 38 institusi Poltekkes Kemenkes dari 34 provinsi.

Menurut dr. Kirana Pritasari, MQIH selaku Plt. Ka. Badan PPSDM Kesehatan, kegiatan ini diselenggarakan karena masih minimnya informasi mengenai prestasi, kinerja, dan pencapaian Poltekkes Kemenkes. Menurut beliau Poltekkes Kemenkes yang telah berdiri sejak 2001, sudah memproduksi 30 jenis tenaga kesehatan dan 479 program studi. Selain perawat, bidan, farmasi, gizi dan tenaga kesehatan lingkungan, Poltekkes Kemenkes juga memiliki prodi-prodi langka yang lulusannya banyak dibutuhkan di industri dan jasa kesehatan seperti terapi wicara, teknik elektromedik, akupunctur, refraksi optisi, orthotic prostetic, radiologi, dan fisioterapi.

Diharapkan dengan adanya pameran pendidikan dari 38 Poltekkes Kemenkes berikut produk dan keunggulannya dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat umum terhadap keberadaan dan kinerja serta sumangsih Poltekkes Kemenkes terhadap dunia pendidikan kesehatan. Kegiatan ini juga diharapkan jadi pembuka jalan untuk mahasiswa Poltekkes Kemenkes agar dapat lebih meningkatkan kemampuan SDM masing-masing untuk menggapai bonus demografi.

Pembukaan kegiatan pameran dilakukan oleh Menteri Kesehatan RI Prof. DR. dr. Nila F. Moeloek. ”Pembangunan SDM kesehatan membantu dalam menjamin kesehatan anak 1000 hari pertama kehidupan dari mulai hamil sampai usia 2 tahun. Sebelum ibu hamil kami meminta di masa remaja, jadilah remaja yang sehat dan bisa merencanakan kehidupan.” ujar Menkes. Menkes mengatakan bahwa keberadaan mahasiswa Poltekkes Kemenkes menjadi peluang Indonesia mendapatkan bonus demografi karena mereka diberi kompetensi secara optimal di bidang kesehatan.

Menkes menambahkan pihaknya memahami terkait sarana prasarana dalam membangun infrastruktur harus didukung oleh SDM. Tanpa SDM yang mumpuni pelayanan untuk masyarakat tidak akan optimal, terutama pelayanan kesehatan. Maka dari itu, SDM lulusan Poltekkes diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan dengan kompetensinya bisa berkontribusi dalam mendapatkan bonus demografi.

Pada kegiatan Edu Health Fair ini Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang menampilkan produk-produk karya dosen dan mahasiswanya di stand pameran yang telah disediakan panitia. Produk/karya dosen dan mahasiswa yang dipamerkan adalah PERKUTOT untuk mengukur kekuatan otot karya Dosen Keperawatan Eny Erlinda W., terasi udang khas toboali-bangka karya Ambar Wicaksono, Teh Daun Pelawan, dll.

  • Upcoming Events

  • Statistics

© 2018 POLTEKKES KEMENKES PANGKALPINANG.