Program Studi Gizi Mengajak Masyarakat Desa Ibul untuk Memanfaatkan Pangan Lokal yang Aman dan Bergizi sebagai Upaya Pencegahan Stunting

11 June 2021 News

Program studi Diploma III Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Optimalisasi pemanfaatan pangan lokal yang aman dan bergizi dalam pencegahan stunting”. Seperti yang diketahui bersama bahwa angka kejadian anak Stunting masih cukup tinggi di Bangka Belitung khususnya di Kabupaten Bangka Barat. Salah satu wilayah prioritas penanganan stunting di Kabupaten Bangka Barat yaitu Desa Ibul. Stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis dimana anak memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang dari standar. Faktor utama penyebab terjadinya stunting pada anak adalah kekurangan asupan zat gizi terutama dari pada awal kehamilan sampai 2 tahun pertama balita. Terbatasnya akses pangan yang bergizi dapat dipengaruhi oleh faktor ekonomi seperti harga pangan dan pendapatan keluarga. Beranjak dari hal tersebut, Prodi Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang berinisiatif melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengajak warga Desa IBul untuk dapat memanfaatkan pangan lokal yang ada di sana sebagai alternatif dalam meningkatkan akses pangan rumah tangga. Pada kenyataannya, banyak pangan lokal yang tersedia dan mudah didapatkan di Desa Ibul serta memiliki kandungan gizi tinggi. Namun, perlu dilakukan upaya optimalisasi pemanfaatan pangan lokal dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kandungan zat gizi pada pangan lokal yang ada serta cara pengolahan dan pengemasan yang baik agar pangan lokal yang dikonsumsi aman dan terhindar dari kontaminasi bakteri.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa Ibul dilaksanakan selama dua hari dari hari Rabu (9 Juni 2021) dan Kamis (10 Juni 2021) dan bertempat di ruang pertemuan Kantor Desa Ibul Kecamatan Simpang Teritip Kabupaten Bangka Barat. Peserta yang hadir berasal dari tim penggerak PKK, para kader posyandu, kelompok Wanita tani, masyarakat umum di desa Ibul. Selain itu, tamu yang hadir dalam kegiatan ini juga berasal dari kantor camat Simpang Teritip, Puskesmas Simpang Teritip, dan Kapolsek Simpang Teritip.  Kegiatan pada hari pertama diawali dengan acara pembukaan yang langsung dibuka oleh Kepala Desa Ibul Pak Abim Mustiandi. Setelah itu, semua peserta diberikan soal pre test untuk menguji pengetahuan awal terkait materi yang akan disampaikan. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dan sesi tanya jawab. Materi pertama disampaikan oleh dosen jurusan gizi (Sutyawan, S.Gz, M.Si) tentang potensi gizi pada pangan lokal yang ada di desa Ibul. Dalam penyampaiannya dijelaskan jenis pangan lokal yang ada di Ibul seperti kulat/jamur sawit, ikan gabus, dan buah nipah. Selain itu dijelaskan kandungan gizi yang ada di dalamnya, manfaat untuk tubuh, serta pangan lokal sumber protein yang penting untuk mencegah terjadinya stunting. Materi kedua disampaikan oleh dosen jurusan gizi (Novidiyanto, STP, MPH) tentang keamanan pangan serta cara memilih kemasan yang baik. Dalam penyampaiannnya, peserta diajak mengenal 5 kunci keamanan pangan rumah tangga yaitu menjaga kebersihan, lakukan pemisahan antar bahan pangan, memasak hingga matang sempurna, simpan makanan dalam suhu aman, serta gunakan air matang dan bahan baku aman. Pada materi pengemasan, dijelaskan fungsi kemasan pada produk olahan pangan,  jenis kemasan, serta cara memilih kemasan yang baik dan benar. Acara kemudian dilanjutkan dengan praktik pengemasan yang dipandu oleh Ambar Wicaksono, S.Gz sekaligus memperlihatkan produk pangan olahan berbasis pangan lokal dari prodi gizi yaitu abon jamur/kulat sawit. Selain itu ditampilkan contoh kemasan siap jual pada produk abon jamur sawit yang merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bangka Belitung. Setelah pemberian materi oleh dosen jurusan gizi, semua peserta diberikan soal post test sebagai indikator keberhasilan program penyuluhan untuk melihat seberapa besar peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan penjelasan teknis perlombaan cipta produk olahan berbasis pangan lokal kepada peserta dengan menekankan aspek pemanfaatan pangan lokal, keamanan pangan, dan jenis kemasan sebagai aspek penilaian.

Materi 1 : Potensi Gizi Pangan Lokal di Desa Ibul

Materi 2 : Aspek Keamanan Pangan Rumah Tangga dan Kemasan Produk Pangan Olahan

Sosialisasi dan praktek pengemasan produk olahan pangan

Foto Penutupan Hari Pertama

 

Acara hari kedua yaitu lomba cipta produk olahan pangan lokal yang diikuti oleh semua peserta kegiatan yang telah dibagi menjadi 5 kelompok besar. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menjelaskan atau mempresentasikan produk yang dibuatnya, bahan-bahan yang digunakan, serta cara pengolahan dan kemasan. Semua kelompok terlihat antusias dan terjadi proses interaksi dua arah dimana berlangsung proses tanya jawab dan diskusi antar peserta dan tim pelaksana. Secara keseluruhan, semua kelompok telah berhasil menciptakan produk berbasis pangan lokal yang kreatif dan inovatif. Beberapa produk olahan yang dibuat antara lain: kemplang jamur sawit, jamur sawit krispi, sate dan rendang jamur sawit, bakso ikan gabus dengan kuah jamur sawit, otak-otak jamur sawit, kemplang jamur tiung, ilung-ilung dari buah nipah, minuman buah nipah, dan dodol buah nipah. Selain itu, sebagian besar produk pangan olahan telah menggunakan jenis kemasan yang baik. Penilaian produk pangan olahan berbasis pangan lokal dilakukan oleh semua peserta (panelis tidak terlatih) serta panelis terlatih (dosen jurusan gizi, ahli gizi puskesmas) melalui form uji cita rasa atau tingkat kesukaan. Kegiatan hari kedua diakhiri dengan pengumuman pemenang, pembagian hadiah serta acara penutupan. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Desa Ibul dapat memanfaatkan pangan lokal sebagai alternatif dalam meningkatkan akses pangan rumah tangga guna mencukupi kebutuhan zat gizi individu terutama ibu hamil dan balita agar terhindar dari stunting. Selain itu, masyarakat dapat terdorong untuk berwirausaha dalam mengembangkan produk pangan olahan berbasis pangan lokal dengan memperhatikan aspek gizi dan kemasan produk yang baik.

Presentasi Produk Pangan Olahan Berbasis Pangan Lokal 

Contoh produk : Dodol dan Minuman dari Buah Nipah

Contoh Produk : Kemplang Jamur Sawit, Jamur Sawit crispy, dan abon jamur sawit

Foto Penutupan Hari Kedua dan Pembagian Pemenang Lomba

Tim Pengabmas dari Mahasiswa

 

© 2018 POLTEKKES KEMENKES PANGKALPINANG.