PROGRAM STUDI GIZI EDUKASI POKDARWIS DESA REBO UNTUK PENGEMBANGAN DESA PARIWISATA SEHAT

19 July 2021 News

Kawasan pariwisata sehat sangat erat kaitannya dengan peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat dari masyarakat dan pelaku pariwisata. Daerah tujuan wisata yang aman, bersih, sejuk, indah dan sehat sudah jelas akan menjadi minat bagi wisata untuk berkunjung ke daerah tersebut, sekaligus juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang merupakan daerah wisata yang identik dengan pantainya yang indah menjadi sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari Prodi D-III Gizi.

Program Studi D-III Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Pariwisata Sehat Di Desa Rebo Kabupaten Bangka” pada Selasa, 13 Juli 2021 di Pantai Takari. Kegiatan ini dilakukan oleh Dosen dan PLP bersama mahasiswa Prodi D-III Gizi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang yang diketuai oleh Ade Devriany, M.Kes dengan melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Rebo sebagai Mitra Kegiatan. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan setelah kegiatan edukasi kepada kelompok PPK Desa Rebo yang telah dilakukan pada bulan Juni 2021.

Mewujudkan Desa Pariwisata Sehat dapat dilakukan dengan berbagai upaya diantaranya melalui media edukasi, pelatihan dan peningkatan keterampilan masyarakat sekitar. Edukasi pertama yang diberikan adalah melalui penyuluhan tentang Personal Higiene pada Penjamah Makanan oleh dosen gizi (Ibu Karina Dwi Handini, SP., MPH). Kegiatan ini diawali dengan pengisian kuesioner pretes untuk mengukur tingkat pengetahuan awal dari peserta kegiatan terhadap materi yang akan disampaikan. Perilaku sehat yang diharapkan adalah perilaku proaktif dari pokdarwis yang juga merupakan pemilik kantin di sekitar Pantai Takari untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan. Untuk itu, edukasi tentang higiene penjamah makanan menjadi salah satu materi yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Upaya higiene dan sanitasi terhadap penjamah makanan dimulai dari prinsip personal higiene yang baik. Dengan ini diharapkan dapat meningkatkan tersedianya makanan yang berkualitas, baik dan aman, serta mewujudkan perilaku kerja yang sehat dan benar serta menurunkan kejadian risiko penularan penyakit atau kesehatan.

Edukasi kedua adalah penyampaian materi terkait kantin sehat ditempat wisata oleh dosen gizi (Eri Virmando, S.Gz., M.Gz). Kantin merupakan fasilitas pendukung yang memiliki peran penting di tempat wisata. Setidaknya terdapat dua peran utama mengapa kantin  menjadi fasilitas yang sangat dibutuhkan di tempat wisata. Pertama, peran dalam konteks kesehatan dalam berwisata dan kedua peran dalam konteks pendidikan yang membentuk karakter untuk selalu memperhatikan Hygine dan Sanitasi makanan itu sendiri. Adapun materi yang disampaikan dimulai dari bagaimana tata letak dapur, penyimpanan makanan dan bahan makanan, pengendalian lalat/serangga hingga bagaimanq pembuangan limbah dan sampah kantin yang sehat. Selain itu, juga disampaikan bagaimana tata design kantin dalam adaptasi kebiasaan baru. Pada masa pandemic covid-19, pihak pengelola kantin di tempat wisata juga harus menyesuaikan dengan aturan yang berlaku dalam mendukung pemutusan rantai covid-19 dengan menerapkan physical distancing  pada pengunjung yang akan menikmati hidangan di kantin tempat wisata sehingga perlu dilakukan perubahan tata letak tempat duduk dan antrian dalam memilih/memesan makanan yang tersedia.

Setelah pemberian materi oleh dosen jurusan gizi, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Kemudian semua peserta kembali diminta untuk mengisi kuesioner post test sebagai indikator keberhasilan pemberian edukasi dengan melihat peningkatan pengetahuan peserta. Selanjutnya kegiatan ini diakhiri dengan peninjauan langsung kantin yang ada di Pantai Takari untuk persiapan menjadi Kantin Sehat percontohan sebagai salah satu output dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

© 2018 POLTEKKES KEMENKES PANGKALPINANG.