https://sisfo.feb.upb.ac.id/admin/login toto macau

Daging Kambing Sebagai ‘Kambing Hitam’ Pemicu Kolesterol

Posted By admin | 23 Jun 2025

Oleh : Retno Imami, SST., M.Keb

Olahan daging kambing yang salah dapat memicu peningkatan kolesterol dalam tubuh. (Sumber : koleksi pribadi)

Daging kambing memang masih menjadi dilema untuk dikonsumsi, terutama bagi penderita hipertensi dan kolesterol tinggi. Hal ini akibat mitos yang berkembang di masyarakat bahwa daging kambing dapat meningkatkan kadar kolesterol sehingga timbul kekhawatiran bagi beberapa orang. Benarkah dugaan tersebut? Apakah kandungan didalam daging kambing lebih dapat meningkatkan kadar kolesterol dibandingkan jenis daging lainnya seperti daging sapi?

Apa itu Kolesterol?

Kolesterol merupakan lemak dalam tubuh yang memiliki berbagai fungsi termasuk untuk produksi hormon dan pembentukan sel. Pembentukan kolesterol berasal dari produk alami tubuh dan dari makanan yang dikonsumsi. Kadar kolesterol yang meningkat akan tertimbun di dinding pembuluh darah, akibatnya pembuluh darah tersumbat sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.1 Kolesterol terdiri dari Low Density Lipoprotein (LDL) atau disebut kolesterol jahat dan High Density Lipoprotein (HDL) yang dikenal dengan kolesterol baik.2

Daging Kambing si penyebab kolesterol ?

Dalam masyarakat kita, ada anggapan yang cukup kuat bahwa daging kambing lebih "berbahaya" bagi kesehatan, terutama sebagai penyebab kolesterol tinggi, dibandingkan daging sapi. Padahal, jika dilihat dari sisi ilmiah dan gizi, persepsi ini tidak sepenuhnya akurat. Secara nutrisi, daging kambing lebih rendah lemak jenuh dibandingkan daging sapi. Dalam 100 gr daging kambing mentah mengandung 1 gr lemak jenuh dan 57 mg kolesterol sedangkan 100 gr daging sapi mengandung 6 gr lemak jenuh dan 87 mg kolesterol.3 Hal ini menunjukkan bahwa daging kambing mengandung lebih sedikit lemak jenuh dan kolesterol dibanding daging sapi. Lemak jenuh dan kolesterol yang berlebih dapat menyebabkan masalah kesehatan. Selain kandungan lemak dan kolesterol, daging kambing merupakan sumber protein yang baik dengan kandungan 16,6 gr protein per 100 gr. Sumber protein hewani lebih cepat dicerna dibandingkan protein nabati sehingga kebutuhan protein tercukupi.3

Mengapa daging kambing sering kali dikambinghitamkan?

Salah satu alasannya bisa jadi karena cara pengolahannya. Daging kambing banyak dikonsumsi dalam bentuk olahan yang tinggi lemak seperti gulai, sate kambing berlemak, atau tongseng dengan santan. Kombinasi antara daging, lemak tambahan, santan, dan minyak berlebih inilah yang bisa menyebabkan kadar kolesterol meningkat — bukan semata-mata karena jenis dagingnya. Tidak hanya cara mengolahnya tapi juga bahan lain yang perlu diperhatikan seperti kecap karena mengandung natrium yang jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.4

Selain itu, porsi makan yang berlebihan dengan makan daging kambing pada sekali waktu dalam jumlah besar apalagi disertai makanan berlemak lainnya sehingga dapat menambah jumlah asupan lemak jenuh dan kolesterol yang akhirnya berimbas pada peningkatan kolesterol.1Ada beberapa tips dalam mengolah dan mengonsumsi daging kambing tanpa perlu khawatir berlebihan terhadap kolesterol yaitu :3

  1. Pilih bagian paha dan has dalam yang memiliki paling sedikit lemak.
  2. Menyisihkan bagian yang berlemak
  3. Pengolahan tanpa menambah total lemak seperti dipanggang, oven, dan direbus

Menyalahkan daging kambing sebagai penyebab kolesterol lebih besar daripada daging sapi tidak berdasar secara ilmiah. Yang lebih penting untuk diperhatikan adalah porsi, frekuensi konsumsi, serta cara pengolahan daging tersebut. Baik daging kambing maupun sapi bisa menjadi bagian dari pola makan sehat, asalkan dikonsumsi dengan bijak dan seimbang.

Sumber Referensi :

1. Hijrah M. Kambing Hitam, Daging Kambing Dituduh Memicu Kolesterol Lebih Tinggi [Internet]. 2024 [cited 2025 Jun 22]. Available from: https://www.rri.co.id/kesehatan/944973/kambing-hitam-daging-kambing-dituduh-memicu-kolesterol-lebih-tinggi

2. Ayunda Nur Setyaningsih SS. Kolesterol Darah [Internet]. 2024 [cited 2025 Jun 21]. Available from: https://kms.kemkes.go.id/pengetahuan/detail/65ffe4b6f39f5219db2bc0f8

3. Erlina P. Fakta Nutrisi Daging Kambing Menurut Pakar Gizi Kesehatan FIKKIA UNAIR [Internet]. 2024 [cited 2025 Jun 21]. Available from: https://unair.ac.id/post_fetcher/sekolah-ilmu-kesehatan-ilmu-alam-fakta-nutrisi-daging-kambing-menurut-pakar-gizi-kesehatan-fikkia-unair/#:~:text=Kandungan lemak total dalam daging,dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

4. Rosita. Pakar UNAIR?: Daging Kambing Paling Rendah Kolesterol dan Aman untuk Penderita Darah Tinggi [Internet]. 2023 [cited 2025 Jun 21]. Available from: https://unair.ac.id/pakar-unair-daging-kambing-paling-rendah-kolesterol-dan-aman-untuk-penderita-darah-tinggi/

 

GOAT MEAT AS A 'SCAPEGOAT' FOR CHOLESTEROL

By : Retno Imami, SST.,M.Keb , Midwifery Department 

Incorrect processing of goat meat can trigger an increase in cholesterol in the body. (Source: personal collection)

 

Goat meat is still a dilemma to consume, especially for people with hypertension and high cholesterol. This is due to the myth that is developing in society that goat meat can increase cholesterol levels, causing concern for some people. Is this assumption true? Is the content in goat meat more able to increase cholesterol levels than other types of meat such as beef?

What is Cholesterol?

Cholesterol is a fat in the body that has various functions including hormone production and cell formation. Cholesterol formation comes from natural body products and from food consumed. Increased cholesterol levels will accumulate in the walls of blood vessels, resulting in blocked blood vessels, increasing the risk of heart disease and stroke.1 Cholesterol consists of Low Density Lipoprotein (LDL) or called bad cholesterol and High Density Lipoprotein (HDL) which is known as good cholesterol.2

Goat meat is the cause of cholesterol?

In our society, there is a fairly strong assumption that goat meat is more "dangerous" to health, especially as a cause of high cholesterol, compared to beef. In fact, if viewed from a scientific and nutritional perspective, this perception is not entirely accurate. Nutritionally, goat meat is lower in saturated fat than beef. In 100 grams of raw goat meat contains 1 gram of saturated fat and 57 mg of cholesterol while 100 grams of beef contains 6 grams of saturated fat and 87 mg of cholesterol.3 This shows that goat meat contains less saturated fat and cholesterol than beef. Excess saturated fat and cholesterol can cause health problems.

In addition to fat and cholesterol content, goat meat is a good source of protein with a content of 16.6 grams of protein per 100 grams. Animal protein sources are digested faster than vegetable protein so that protein needs are met.3

Why is goat meat often scapegoated?

One reason could be because of the way it is processed. Goat meat is often consumed in high-fat processed forms such as curry, fatty goat satay, or tongseng with coconut milk. The combination of meat, added fat, coconut milk, and excess oil is what can cause cholesterol levels to increase — not just because of the type of meat. Not only how it is processed but also other ingredients that need to be considered such as soy sauce because it contains sodium which if consumed excessively can cause high blood pressure.4 In addition, excessive portions of food by eating goat meat at one time in large quantities, especially accompanied by other fatty foods, can increase the intake of saturated fat and cholesterol, which ultimately results in increased cholesterol.1

There are several tips for processing and consuming goat meat without having to worry too much about cholesterol, namely: 3

1. Choose the thigh and inner fillet which have the least fat.

2. Set aside the fatty parts

3. Processing without adding total fat such as baking, oven, and boiling

Blaming goat meat as the cause of higher cholesterol than beef is not scientifically based. What is more important to note is the portion, frequency of consumption, and how the meat is processed. Both goat and beef can be part of a healthy diet, as long as they are consumed wisely and in a balanced way.

Reference Source:

1. Hijrah M. Kambing Hitam, Daging Kambing Dituduh Memicu Kolesterol Lebih Tinggi [Internet]. 2024 [cited 2025 Jun 22]. Available from: https://www.rri.co.id/kesehatan/944973/kambing-hitam-daging-kambing-dituduh-memicu-kolesterol-lebih-tinggi

2. Ayunda Nur Setyaningsih SS. Kolesterol Darah [Internet]. 2024 [cited 2025 Jun 21]. Available from: https://kms.kemkes.go.id/pengetahuan/detail/65ffe4b6f39f5219db2bc0f8

3. Erlina P. Fakta Nutrisi Daging Kambing Menurut Pakar Gizi Kesehatan FIKKIA UNAIR [Internet]. 2024 [cited 2025 Jun 21]. Available from: https://unair.ac.id/post_fetcher/sekolah-ilmu-kesehatan-ilmu-alam-fakta-nutrisi-daging-kambing-menurut-pakar-gizi-kesehatan-fikkia-unair/#:~:text=Kandungan lemak total dalam daging,dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

4. Rosita. Pakar UNAIR?: Daging Kambing Paling Rendah Kolesterol dan Aman untuk Penderita Darah Tinggi [Internet]. 2023 [cited 2025 Jun 21]. Available from: https://unair.ac.id/pakar-unair-daging-kambing-paling-rendah-kolesterol-dan-aman-untuk-penderita-darah-tinggi/