https://sisfo.feb.upb.ac.id/admin/login toto macau

Prodi DIII Keperawatan Menyelenggarakan Workshop Konsep dan Perawatan Luka dengan Pendekatan Moist pada Pasien Diabetes Mellitus

Posted By admin | 04 Oct 2024

 

Prodi D III Keperawatan Pangkalpinang Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang telah melaksanakan kegiatan Workshop Konsep Dan Perawatan Luka Dengan Pendekatan Moist Pada Pasien Diabetes Mellitus pada Rabu – Kamis, 02 – 03 Oktober 2024. Peserta dalam kegiatan ini yaitu seluruh civitas akademika Prodi D III Keperawatan Pangkalpinang yang terdiri dari Dosen, Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dan seluruh mahasiswa tingkat II Prodi D III Keperawatan Pangkalpiang. Kegiatan di selenggarakan di Aula Lt. 3 Gedung Layanan Pendidikan (Direktorat) Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang. Ketua Jurusan Keperawatan, Erni Chaerani, S.Pd., MKM menjelaskan alasannya menyelenggarakan kegiatan ini karena untuk menunjang mata kuliah Manajemen Perawatan Luka pada Kurikulum Prodi D III Keperawatan Tahun 2023.  “Kurikulum Program Studi D III Keperawatan Tahun 2023 memiliki kekhususan yaitu penatalaksanaan diabetes mellitus, di semester 3 ada mata kuliah tersendiri yaitu manajemen perawatan luka, yang membahas mengenai perawatan luka secara general namun banyak di fokuskan pada luka gangrene pada pasien diabetes mellitus. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai modern dressing dan cara perawatan luka pada pasien diabetes meliitus”- jelas Erni.

Narasumber dari kegiatan workshop ini yaitu pakar / expertise di bidang perawatan luka yang berada di bawah naungan InWCCA Bangka Belitung yaitu Ns. Indrio Dapit Pratama Putra, S.Kep., WOC(ET)N dan Ns. Dwi Heni Restuwati, S.Kep, WOC(ET)N. Ns Indrio mengatakan, Perawat Luka Indonesia menjunjung tinggi prinsip Stop Amputasi. “Kami berupaya sebisa mungkin untuk melakukan perawatan pada jaringan yang masih bisa di selamatkan, dengan harapan memulihkan kembali kondisi jaringan dan bisa mengembalikan lagi ke bentuk semula”. – tutur Ns. Indrio. “Dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat, sudah banyak dressing modern yang bisa kita gunakan untuk melakukan perawatan luka, karena tentunya dengan penggunaan dressing modern lebih cepat merangsang pembentukan jaringan baru ketimbang penggunaan dressing konvensional seperti menggunakan kassa lembab” – tambah Ns. Dwi Heni

Di hari pertama kegiatan, para narasumber menjelaskan mengenai konsep dasar diabetes mellitus, perawatan luka menggunakan pendekatan MOIST dan sejarah perkembangan modern dressing serta berbagai macam modern dressing. Di hari kedua, narasumber mendatangkan seorang relawan yang merupakan pasien yang memiliki luka gangrene di kaki. Para narasumber mempraktikan langsung perawatan luka gangrene menggunakan dressing modern yang sudah memiliki evidence based practice seperti penggunaan dressing foam untuk menyerap eksudat yang berlebih. Praktik perawatan luka di lakukan langsung di Klinik Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, sedangkan mahasiswa melihat melalui video yang disiarkan secara langsung melalui Zoom. Mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan. Perwakilan mahasiswa, Della Lovita menyatakan sangat bersyukur mengikuti kegiatan ini karena menambah banyak wawasannya. “Sejujurnya sedikit mengantuk saat mengikuti kegiatan, tapi kegiatan ini sungguh memberikan manfaat, karena awalnya Della masih kebingungan mengenai perawatan luka menggunakanteknik moist, macam-macam dressing, sebetulnya sudah di jelaskan di perkuliahan tapi masih bingung. Pas ikut workshop jadi makin jelas  Cuma harapannya praktiknya bisa langsung kita lakukan juga, bukan cuma lihat video” – tutur Della.

Pihak Direktorat Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang tentunya sangat mendukung kegiatan ini di laksanakan. “Kami selalu mendukung kegiatan prodi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswanya dan sejalan dengan kurikulum serta visi institusi. Semoga workshop ini dapat memperkaya ilmu para adik-adik mahasiswa dalam melakukan perawatan luka terutama pada pasien diabetes mellitus” – ucap Wakil Direktur II, Nurhayati, SKM., M.Kes selaku perawakilan dari Direktorat Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang. “Prodi tentunya selalu berupaya untuk selalu mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa terutama dalam lingkup penatalaksanaan pasien dengan diabetes mellitus, dikarenakan harapan dari kurikulum yang kita terapkan yaitu mencetak lulusan yang unggul dalam melakukan penatalaksanaan pada pasien diabetes meliitus baik tindakan promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Semoga seluruh mahasiswa mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini. Adapun saran dari mahasiswa akan kami tampung, agar kami bisa merancang suatu kegiatan peningkatan kapasitas lebih baik lagi di masa yang akan datang ” – pungkas Erni.