https://sisfo.feb.upb.ac.id/admin/login toto macau

Seminar Nasional Farmasi: “Membangun Karir di Industri Kosmetik: Peran Farmasi Dalam Menciptakan Produk yg Aman dan Efektif”

Posted By admin | 21 Oct 2024

Jurusan DIII Farmasi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang bersama Himpunan Mahasiswa Prodi Farmasi mengadakan Seminar Nasional dengan tema “Membangun Karir di Industri Kosmetik: Peran Farmasi DalamMenciptakan Produk yg Aman dan Efektif”Acara yang diselenggarakan pada hari Senin, 21 Oktober 2024 di Aula Gedung Layanan Pendidikan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang digelar secara hybridonsite dan online dan merupakan kegiatan tahunan yang rutin oleh Jurusan DIII Farmasi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang bersama Himpunan Mahasiswa Prodi Farmasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih dalam terkait dengan peran tenaga vokasi kesehatan khususnya farmasi dalam hal membangun dan mengelola produk kosmetik dengan aman dan efektif, serta hal-hal yang menjadi tantangan dan kendala bagi tenaga vokasi farmasi dalam dunia industri kosmetik.

Acara seminar ini dihadiri oleh sekitar 178 mahasiswa DIII Farmasi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang dari tingkat 1, 2 dan 3. Pembukaan kegiatan Seminar Nasional dilakukan oleh Master of Ceremony (MC) dan dilanjutkan dengan pembacaan do’a, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Poltekkes Kemenkes Indonesia, dan kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua pelaksana serta sambutan-sambutan. Zulfiawan, SKM., S.Farm., M.Biomed. selaku ketua pelaksana menyebutkan bahwa dipilihnya tema Seminar Nasional ini karena banyak produsen yang hanya mementingkan keuntungan pribadi, menjanjikan hasil yang instan dan cepat tetapi mereka tidak memperhatikan bahan-bahan yang mereka pergunakan sebagai bahan pembuatannya. Masyarakat sekarang, baik perempuan ataupun laki-laki ingin mempunyai kulit wajah yang cantik dan bagus dengan bantuan kosmetik dalam waktu yang cepat, namun mereka tidak memperhatikan efek samping atau ketergantungan yang ditimbulkan dari pemakaian kosmetik yang tidak aman. Disinilah peran seorang tenaga vokasi farmasi sebagai seseorang yang memiliki pengetahuan akan obat-obatan dan kosmetika harus mengendalikan masyarakat awam dalam penggunaan kosmetika yang aman dan efektif.

Direktur Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Akhiat, SKM., M.Si., menyambut baik acara seminar nasional ini terutama dengan diangkatnya tema mengenai kosmetik ini, karena menurut beliau Industri kecantikan nasional mempunyai potensi yang sangat luas untuk dikembangkan, mengingat melimpahnya sumber daya alam sebagai bahan baku kosmetik. Selain itu, Indonesia juga memiliki warisan budaya leluhur tentang tanaman berkhasiat sebagai obat dan perawatan tubuh. “Potensi pasar dalam negeri juga cukup besar dengan meningkatnya jumlah populasi usia produktif sebagai pengguna produk kecantikan” tambah beliau. Pada sambutannya, Ketua Jurusan Farmasi oleh Eva Dewi Rosmawati Purba, M.Kes. menekankan bahwa terdapat peranan kita sebagai seorang akademisi dan juga sebagai farmasis, selain menciptakan produk kosmetik yang inovatif melalui formulasi-formulasi sediaan produk kosmetik, namun juga memastikan produk kosmetik sudah melalui uji klinis serta produk kosmetik tersebut aman dan efektif. “Terkhusus bagi adik-adik kami dari peserta mahasiswa yang nantinya ingin membangun karir di bidang industri kosmetik” pesannya.

Seminar Nasional ini terdiri dari dua sesi, sesi pagi dan sesi siang, dengan menghadirkan dua narasumber. Pada sesi pagi penyampaian materi dan tanya-jawab dilakukan via online oleh narasumber apt. Detria Wulandari, M.Farm. yang merupakan Cosmetic Industry Consultant. Pada sesi siang penyampaian materi dan tanya-jawab dilakukan via onsite oleh apt. Agus Riyanto, S.Farm. yang merupakan Kepala Balai POM di Pangkalpinang. Materi yang disampaikan apt. Detria Wulandari, M.Farm. yakni tentang Pengenalan CPKB dan Peran Tenaga Vokasi Farmasi dalam Industri Kosmetika, sedangkan materi oleh apt. Agus Riyanto, S.Farm. yakni tentang Pengawasan Badan POM dalam Rantai Produksi dan Distribusi Kosmetik. (AFR)