SOLUSI PENCEGAHAN TERHADAP KETIDAKPATUHAN DAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES
Oleh: Zulfiawan, Jurusan Farmasi - Prodi Farmasi
(Pangkal Pinang, 10 November 2025).
KEMENKES RI mengartikan bahwa diabetes melitus adalah suatu penyakit atau suatu gangguan yang terjadi pada metobolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan adanya tinggi kadar glukosa atau gula darah di dalam tubuh disertai dengan adanya korbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi dari insulin. Kadar glukosa darah tinggi dan suatu gangguan pada metabolisme karbohidrat, lemak dan protein merupakan adanya ciri khas dari penyakit diabetes melitus (DM) sebagai salah satu penyakit kronis. Kondisi ini di sebabkan karena kerusakan atau gangguan di dalam sekresi atau aksi dari insulin (resistensi insulin). Mikroangiopati dan makroangiopati adalah komplikasi vaskuler jangka Panjang, kondisi ini dapat terjadi bila tidak tindakan perlakuan dengan baik. Pravelensi penderita diabetes mellitus (DM) di seluruh dunia terus ada peningkatan setiap tahun. Peningkatan ini terkait dengan bertambahnya populasi dan perubahan gaya hidup dari pola tradisional menjadi gaya hidup modern, di tandai dengan peningkatan jumlah penderita obesitas serta aktivitas fisik yang kurang. Diabetes mellitus perlu di perhatikan karena kondisi penyakit ini bersifat kronik dan jumlah penderita semakin lama bertambah yang mengakibatkan dampak negative yang di timbulkan. International Diabetes Federation (IDF) tahun 2021 menyatakan lebih dari 537 juta jiwa seluruh dunia atau sekitar 10 persen dari populasi 20-79 tahun, menderita diabetes. Diperkirakan jumlah ini akan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta pada tahun 2045. Di Indonesia, jumlah penderita diabetes di perkirakan akan meningkat.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung termasuk dalam sepuluh besar provinsi dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak di Indonesia (Kemenkes, 2023). Berdasarkan Data Sektoral Bangka Belitung (2024), jumlah penderita diabetes melitus di provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2020, tercatat sebanyak 20.672 kasus, kemudian meningkat menjadi 20.813 kasus pada tahun 2021, dan terus bertambah hingga 24.904 kasus pada tahun 2022. Menurut data Profil Kesehatan Bangka Belitung (2023), Kota Pangkal Pinang menempati posisi kedua dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak setelah Kabupaten Bangka, yaitu mencapai 5.404 kasus pada tahun 2022. Dinas Kesehatan Kota Pangkal Pinang (2023), menyatakan kunjungan penderita diabetes melitus mengalami peningkatan di Puskesmas Kota Pangkal Pinang, salah satunya adalah Puskesmas Air Itam. Jumlah penderita diabetes melitus di Puskesmas Air Itam pada tahun 2022 sebanyak 591 kasus, meningkat menjadi 1201 kasus pada tahun 2023, namun kemudian ada penurunan menjadi 634 kasus pada tahun 2024.
Ketidak patuhan dalam pengobatan suatu fenomena yang umum yang dapat sering terjadi, Pasien diabetes militus yang tidak patuh dalam suatu pengobatan yang dapat berpotensi atau sangat rentan terhadap resikonya mengalami penyakit komplikasi seperti penyakit kardiovaskuler dan dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup yang rendah. Ketidak patuhan pasien diabetes militus untuk mengomsumsi pengobatan atau menjalankan terapi terutama untuk orang dewasa dengan lanjut usia dikarenakan oleh gangguan kongnetif, fungsional serta prevelensi yang telah menurun (xu et al., 2020).
Kepatuhan minum obat merupakan suatu ketaan pasien dalam melaksanakan Tindakan terapi pengobatan. Hal ini mewajibkan pasien dan keluarga harus meluangkan waktu dalam menjalani pengobatan yang dilakukan. Kepatuhan dalam menkonsumsi obat harian merupakan aspek yang utama dalam pencegahan penyakit diabetes melitus. Kepatuhan dalam menkonsumsi obat harian menjadi fokus utama dalam mencapai derajat Kesehatan pasien, dalam hal ini perilaku ini dapat dilihat dari sejauh mana pasien mengikuti atau mentaati perencanaan pengobatan yang telah disepakati. (Siregar, 2022)
Tingkat kepatuhan pada pasien Diabetes Melitus dalam pengobatan medis yang baik dapat mengurangi terjadinya resiko komplikasi seperti penyakit kardiovaskuler nefropati, retinopati dan ulkus pedis, selain mengubah gaya hidup dan menjaga diet, pasien diabetes melitus juga membutuhkan pengobatan terapi farmakologis berupa obat antidiabetes oral yang dikonsumsi dalam waktu lama. Kepatuhan pengobatan adalah kesesuaian diri pasien terhadap anjuran atas medikasi yang telah diresepkan yang terkait dengan waktu, dosis, dan frekuensi. Kepatuhan dalam menjalani pengobatan Diabetes Melitus sangatlah penting karena dapat menunjang intuk keberhasilan terapi berupa pengontrolan kadar gula darah. (Bulu et al., 2019).
Untuk patuh minum obat antidiabetes ?
Minumlah obat pada jam yang sama setiap hari, ikuti aturan waktu minum (sebelum, sesudah, atau bersama makan), gunakan dosis yang tepat sesuai resep, dan periksa tanggal kedaluwarsa. Kombinasikan dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan periksa gula darah untuk hasil terbaik.
Aturan dan waktu minum obat yang tepat?
- Konsisten: Usahakan minum obat pada jam yang sama setiap hari untuk membangun kebiasaan.
- Sesuaikan dengan anjuran: Ikuti instruksi waktu minum obat (sebelum, sesudah, atau bersama makan). Contoh, beberapa obat golongan sulfonylurea seperti glimepirid dan glibenklamid sebaiknya diminum 15-30 menit sebelum makan, sedangkan obat seperti metformin umumnya diminum bersama makan.
- Perhatikan rentang waktu: Minum obat dalam rentang waktu yang ditentukan dokter. Jika ada toleransi, usahakan tidak terlambat lebih dari satu jam dari jadwal minum.
- Jarak waktu minum obat : misal minum dua kali sehari, artinya tiap 12 jam jika minum jam 07.00 pagi minum kembali jam 07.00 malam
Dosis dan cara pemberian?
- Gunakan dosis yang benar: Pastikan dosis yang diminum sesuai dengan resep dokter.
- Periksa kemasan: Cek tanggal kedaluwarsa sebelum minum obat.
- Perhatikan cara pemberian: Jika obat diminum (oral), pastikan pasien dapat menelan dengan baik dan tunggui sampai obat benar-benar diminum.
- Ikuti petunjuk insulin: Jika menggunakan insulin, ikuti prosedur penggunaan yang tepat, mulai dari menyiapkan insulin, mengatur dosis, hingga menyuntikkan dengan lokasi yang tepat. Misal : di perut, lengan atas, paha dan bokong
Dukungan dan kebiasaan sehat
- Libatkan keluarga: Mintalah bantuan keluarga untuk mengingatkan agar tidak lupa minum obat secara teratur.
- Kelola stres: Kelola rasa stres karena dapat memengaruhi kadar gula darah.
- Periksa gula darah: Pantau kadar gula darah secara rutin untuk memastikan pengobatan efektif.
- Konsultasi dengan dokter: Jika ada keluhan atau keraguan, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
SUMBER INFORMASI:
Bulu (2019). Hubungan Antara Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar
Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Nursing News, 4(1), 181 189.
Dinkes. 2022. Data Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus (DM
Menurut Kecamatan dan Puskesmas Kabupaten/Kota Pangkalpinang Tahun 2022. Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang.
. 2023. Data Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus (DM) Menurut Kecamatan dan Puskesmas Kabupaten/Kota Pangkalpinang Tahun 2023. Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang.
Siregar, H. K., & Siregar, S. W. (2022).Hubungan Dukungan Keluarga terhadap
Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Diabetes Mellitus di RSUD Sawah Besar Jakarta Tahun 2022. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing), 3(2), 83–88. https://journal.aiskauniversity.ac.id/index.php/asjn/article/view/1061
Xu, n., xie, s., chen, y., li, j., & sun, l. (2020). Factors influencing medication non-
adherence among chinese older adults with diabetes mellitus. International journal of environmental research and public health, 1 7(17), 1–10. Https://doi.org/10.3390/ijerph17176012
SOLUTIONS TO PREVENT NONCOMPLIANCE AND THE USE OF ANTIDIABETIC DRUGS?
By: Zulfiawan, Department of Pharmacy
(Pangkal Pinang, 10 November 2025).
The Indonesian Ministry of Health defines diabetes mellitus as a disease or disorder that occurs in chronic metabolism with multiple etiologies characterized by high levels of glucose or blood sugar in the body accompanied by carbohydrates, lipids, and proteins as a result of insufficient insulin function.High blood glucose levels and disorders in carbohydrate, fat, and protein metabolism are characteristic features of diabetes mellitus (DM), a chronic disease. This condition is caused by damage or disruption in the secretion or action of insulin (insulin resistance). Microangiopathy and macroangiopathy are long-term vascular complications that can occur if not treated properly. The prevalence of diabetes mellitus (DM) worldwide continues to increase every year. This increase is related to population growth and lifestyle changes from traditional to modern lifestyles, marked by an increase in the number of obese people and a lack of physical activity. Diabetes mellitus needs to be addressed because it is a chronic condition and the number of sufferers is increasing, resulting in negative impacts. The International Diabetes Federation (IDF) stated in 2021 that more than 537 million people worldwide, or about 10 percent of the population aged 20-79, have diabetes. It is estimated that this number will increase to 643 million by 2030 and 783 million by 2045. In Indonesia, the number of people with diabetes is expected to increase.
The Bangka Belitung Islands Province is among the top ten provinces with the highest number of diabetes mellitus patients in Indonesia (Ministry of Health, 2023). Based on the Bangka Belitung Sectoral Data (2024), the number of diabetes mellitus patients in the Bangka Belitung Islands province continues to increase every year. In 2020, there were 20,672 cases, then increased to 20,813 cases in 2021, and continued to increase to 24,904 cases in 2022. According to data from the Bangka Belitung Health Profile (2023), Pangkal Pinang City ranks second with the highest number of diabetes mellitus patients after Bangka Regency, reaching 5,404 cases in 2022.
The Pangkal Pinang City Health Office (2023) stated that visits by diabetes mellitus patients had increased at the Pangkal Pinang City Health Center, one of which was the Air Itam Health Center. The number of diabetes mellitus patients at the Air Itam Community Health Center in 2022 was 591 cases, increasing to 1,201 cases in 2023, but then decreasing to 634 cases in 2024.
Non-compliance with treatment is a common phenomenon that can often occur. Diabetes mellitus patients who are non-compliant with treatment are potentially or highly vulnerable to the risk of complications such as cardiovascular disease, which can lead to a low quality of life. Non-compliance among diabetes mellitus patients in taking medication or undergoing therapy, especially among older adults, is due to cognitive and functional impairments as well as declining prevalence (Xu et al., 2020).
Medication adherence is a patient's commitment to carrying out therapeutic treatment. This requires patients and their families to set aside time for the treatment. Adherence to daily medication is a key aspect in the prevention of diabetes mellitus. Adherence to daily medication is a primary focus in achieving patient health outcomes, and in this context, this behavior can be assessed by how closely patients follow or adhere to the agreed-upon treatment plan. (Siregar, 2022). The level of compliance among patients with diabetes mellitus in proper medical treatment can reduce the risk of complications such as cardiovascular disease, nephropathy, retinopathy, and foot ulcers. In addition to changing their lifestyle and maintaining a healthy diet, patients with diabetes mellitus also require pharmacological therapy in the form of oral antidiabetic drugs that must be taken over a long period of time. Treatment adherence is the patient's compliance with the prescribed medication recommendations regarding timing, dosage, and frequency. Adherence to diabetes mellitus treatment is very important because it supports the success of therapy in controlling blood sugar levels (Bulu et al., 2019).
To comply with taking antidiabetic medication?
Take your medication at the same time every day, follow the timing instructions (before, after, or with meals), use the correct dosage as prescribed, and check the expiration date. Combine this with a healthy diet, regular exercise, and blood sugar checks for best results.
Rules and timing for taking medication correctly?
- Be consistent: Try to take your medication at the same time every day to establish a routine.
- Follow the instructions: Follow the instructions for when to take your medication (before, after, or with meals). For example, some sulfonylurea drugs such as glimepiride and glibenclamide should be taken 15-30 minutes before meals, while drugs such as metformin are generally taken with meals.
- Pay attention to the time frame: Take your medication within the time frame specified by your doctor. If possible, try not to be more than one hour late from your scheduled dose.
- Time interval between doses: For example, if you take medication twice a day, that means every 12 hours. If you take it at 7:00 a.m., take it again at 7:00 p.m.
Dosage and administration?
- Use the correct dosage: Ensure that the dosage taken is in accordance with the doctor's prescription.
- Check the packaging: Check the expiration date before taking the medication.
- Pay attention to the method of administration: If the medication is taken orally, ensure that the patient can swallow properly and wait until the medication is completely taken.
- Follow insulin instructions: If using insulin, follow the proper administration procedure, starting from preparing the insulin, adjusting the dosage, to injecting it in the correct location. For example: in the abdomen, upper arm, thigh, and buttocks.
Support and healthy habits ?
- Involve your family: Ask your family for help in reminding you to take your medication regularly.
- Manage stress: Manage stress as it can affect blood sugar levels.
- Check your blood sugar: Monitor your blood sugar levels regularly to ensure your treatment is effective.
- Consult your doctor: If you have any complaints or concerns, consult your doctor or healthcare professional immediately.
References:
Bulu (2019). Hubungan Antara Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar
Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II. Nursing News, 4(1), 181 189.
Dinkes. 2022. Data Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus (DM
Menurut Kecamatan dan Puskesmas Kabupaten/Kota Pangkalpinang Tahun 2022. Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang.
. 2023. Data Pelayanan Kesehatan Penderita Diabetes Melitus (DM) Menurut Kecamatan dan Puskesmas Kabupaten/Kota Pangkalpinang Tahun 2023. Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang.
Siregar, H. K., & Siregar, S. W. (2022).Hubungan Dukungan Keluarga terhadap
Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Diabetes Mellitus di RSUD Sawah Besar Jakarta Tahun 2022. ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing), 3(2), 83–88. https://journal.aiskauniversity.ac.id/index.php/asjn/article/view/1061
Xu, n., xie, s., chen, y., li, j., & sun, l. (2020). Factors influencing medication non-
adherence among chinese older adults with diabetes mellitus. International journal of environmental research and public health, 1 7(17), 1–10. Https://doi.org/10.3390/ijerph17176012